Website Iklan Tayang Selamanya
Promo spesial hari ini posting iklan di situs web Iklan Jawa Barat murah sekali
setidaknya satu iklan Anda harus ada di Iklan Jawa Barat unikbaca.com ini, agar pengunjung
atau pengakses dapat mencari dan tahu usaha Anda, posting iklan di Iklan Jawa Barat murah
🎁 Hari ini sebar iklan massal murah ke 1.050 web! DISKON!

thumbnail

Gedung Detasemen Markas Kodam III/Siliwangi (Gedong Sabau)

KEKALAHAN dari pasukan Inggris pada 1811 membuat pemerintah kolonial Belanda mengeluarkan rencana pemindahan ibu kota dan pusat militer dari wilayah pesisir nusantara ke kawasan pedalaman. Setelah melalui berbagai pertimbangan, menjelang akhir abad ke-19, Bandung yang berada di dataran tinggi Priangan terpilih sebagai pusat pertahanan militer sekaligus pemerintahan sipil. Selain berdasarkan aspek geografis dan geostrategis, dipilihnya Bandung juga karena kawasan ini merupakan pusat kegiatan ekonomi yang menunjang kas Kerajaan Belanda.

Setelah menetapkan Cimahi sebagai garnisun militer, pemerintah kolonial Belanda kemudian memindahkan Departemen Peperangan/Pertahanan (Departement van Oorlog/DVO) dari Batavia ke Bandung. DVO menempati satu bangunan yang oleh masyarakat Bandung disebut Gedong Sabau. Dalam bahasa Sunda, kata sabau yang berarti satu bau merupakan satuan ukuran luas sebesar 7.096 m2. Gedong Sabau memang dibangun dengan menempati lahan seluas tujuh hektare. Desain bangunannya bergaya arsitektur klasik romantik, seperti gedung-gedung militer lainnya. Terlihat dari banyaknya jendela yang dipasang pada gedung ini. Dinding bagian luarnya berwarna putih dengan atap berwarna abu-abu. Sementara pada bagian eksterior bangunan minim ornamen.

Pembangunan gedung markas pusat komando militer Belanda tersebut telah dimulai sejak tahun 1908, tetapi baru rampung pada tahun 1913. Sementara itu, secara bertahap personel Departement van Oolog mulai dipindahkan ke Bandung sejak 1916, termasuk di antaranya adalah Panglima KNIL (Legercommandant Koninklijke Nederlands-Indiicshr Leger) yang turut dipindahkan dan berkantor di Gedong Sabau. Fasilitas militer yang juga dialihkan ke Bandung antara lain Paleis van den Legercommandant atau Istana Panglima Perang Tertinggi di Hindia Belanda dan rumah dinas untuk para perwira yang dibangun tak jauh dari Gedong sabau, sehingga terbentuklah suatu kompleks militer di kawasam tersebut.

Bangunan yang berlokasi di Jalan Kalimantan itu kini ditempati Detasemen Markas Komando Militer (Denma Kodam) III/Siliwangi. Sejak awal berdiri hingga sekarang, gedung ini telah menjadi saksi perjalanan militer di tanah air. Selain fungsinya yang masih hidup, bentuk asli Gedong Sabau yang hampir berumur satu abad ini juga tidak berubah. Gedung Denma Kodam III/Siliwangi merupakan satu dari ratusan warisan heritage peninggalan Belanda yang masih tersisa di Kota Bandung.

Gedung Detasemen Markas Kodam III/Siliwangi (Gedong Sabau)
Illistrasi: Fachri Fauzi/*PR*
Lokasi : Jln. Kalimantan No. 14 Bandung
Arsitek: V L Slors
Tahun berdiri: 1913
Pengelola saat ini: Kodam III/Siliwangi
Sumber: Hanif Hafsari C/Periset *Pikiran Rakyat* Minggu 7 Oktober 2012
Belum berminat? tak apa, bantu kami dengan membagikan link ini ke teman, siapa tahu, justru mereka sedang mencari ini!
Posting Iklan 50 Situs