Website Iklan Tayang Selamanya
Promo spesial hari ini posting iklan di situs web Iklan Jawa Barat murah sekali
setidaknya satu iklan Anda harus ada di Iklan Jawa Barat unikbaca.com ini, agar pengunjung
atau pengakses dapat mencari dan tahu usaha Anda, posting iklan di Iklan Jawa Barat murah
🎁 Hari ini sebar iklan massal murah ke 1.050 web! DISKON!

Tampilkan postingan dengan label iptek. Tampilkan semua postingan
thumbnail

Menelusuri Kembali Penemuan Kamera

Menelusuri Kembali Penemuan Kamera
Apa yang dilakukan manusia untuk mengabadikan sesuatu yang dilihat oleh mata, telah dimulai sejak 336 SM. Saat itu Aristoteles memperkenalkan teknologi “lubang jarum”. Aristoteles mengatakan bahwa cahaya yang melewati lubang kecil akan membentuk kesan atau gambar atau image.

Abad ke-11 ditemukan kamera obscura yang ditemukan oleh seorang Alhazen. Kamera ini berbentuk ruangan khusus yang didalamnya dipantulkan cahaya yang terdiri dari dua lensa konveks.

Gerolomo Cardano matematikawan asal Italia, antara tahun 1501-1576 memperkenalkan teknologi orbem e vitro, yang disebut sebagai nenek moyang lensa kamera. Lensa mempunyai peran penting pada sebuah kamera. Tanpa lensa, kamera tidak akan bisa mengambil gambar. Tugas lensa adalah mengambil cahaya dari subyek agar masuk ke dalam fokus sehingga bisa menghasilkan gambar yang bagus.

Pada tahun 1852, Fredrick Scott Archer membuat temuan mencetak foto cepat. Hanya dalam waktu 3 detik saja! Teknik yang dinamakan collodion ini mencetak gambar pada saat plat film masih dalam keadaan basah.

Tahun 1888 kamera Kodak protable box diperkenalkan oleh Eastman ke publik. Alat ini lebih ringkas dan sederhana daripada alat-alat fotografi sebelumnya. Alat ini sudah bisa digunakan oleh setiap orang karena mudah digunakan.

Tahun 1924, Leitz memperkenalkan Kamera Leica yang kecil dan sederhana dalam penggunaannya. Kamera ini dijadikan standar para jurnalis di masa itu.

Tahun 1947, Edwin Land menemukan kamera Polaroid yang memungkinkan mencetak gambar secara langsung tanpa memiliki negatif film, kamera film instan digunakan langsung di dalam kamera tersebut.

Kamera video yang bukan hanya bisa merekam gambar bergerak, tapi juga suaranya berhasil diciptakan oleh Philips dan Sony pada tahun 1979. Meraka juga memperkenalkan kaset video sebagai media perekamnya.

Kemudian pada tahun 1986, Kodak berhasil menemukan teknologi fotografi tanpa film, yakni melalui sebuah sensor pada kamera yang bisa merekam 1,4 juta elemen gambar. Kemampuan merekam gambar inilah yang kemudian disebut sebagai megapixels.

Tahun 1990, Kodak memperkenalkan kamera digital pertama di dunia.** (Sumber: Septi/Pikiran Rakyat)
thumbnail

Berbagai Tipe Kembar Siam

Berbagai Tipe Kembar Siam
Pada umunya lokasi pelekatan kembar siam terjadi pada empat anggota tubuh. Pelekatan pada bagian dada dapat mencapai 40%, bagian perut 35%, bagian kepala 12%, dan bagian punggung mencapai 6-10%. Sisanya terjadi pada area-area lain atau kombinasi antara keempat bagian utama tersebut.

a. Thoracopagus. Kedua tubuh bayi bersatu dibagian atas dada (toraks), mulai dari area selangkang (clavicula sampai tulang dada (sternum). Kembar siam tipe ini biasanya memiliki kepala, tangan, dan kaki yang terpisah satu sama lain. Organ jantung dapat mengalami pelekatan maupun tidak. Jika diketahui organ jantung hanya satu, harapan untuk dilakukan pemisahan sangatlah rendah. Kasus kembar siam thoracopagus adalah kasus yang paling umum terjadi dalam sejarah peristiwa kembar siam (35-40%)

b. Omphalopagus. Kedua tubuh bayi melekat di bagian perut atau bawah dada, mulai area tulang dada sampai bagian selangkangan. Sering ditemukan hanya terdapat satu organ lever dan satu paket organ-organ percernaan. Akan tetapi, pada umumnya masing-masing tubuh bayi memiliki satu jantung. Kembar siam tipe ini mencapai kurang lebih 34% dari seluruh kasus.

c. Xiphopagus. Kedua tubuh melekat pada bagian dada, tepatnya pada area yang disebut xiphoid cartilago. Pada umumnya pelekatan yang terjadi hanya dihubungkan oleh tulang rawan (kartilago) dan jaringan lunak. Kembar siam tipe ini biasanya tidak memiliki pelekatan pada organ-organ penting sehingga proses operasi pemisahan yang dilakukan adalah proses yang relatif lebih mudah. Kembar siam ini terjadi hampir 3% dari seluruh kasus yang ada.

d. Ischiopagus. Kedua tubuh bersatu pada bagian panggul (pelvis) dan bagian bawah tulang punggung (sakrum), dengan tulang punggung membentuk sudut 180 derajat satu sama lain. Kembar siam tipe ini biasanya memiliki 3 atau 4 kaki. Jika hanya memiliki 3 kaki, kaki ke-3 pada umumnya tidak berfungsi. Kaki tersebut dapat “dibuang” dengan operasi. Kasus ischiopagus dapat mencapai 19% dari seluruh kembar siam yang ada.

e. Cephalopagus. Kesua bayi bersatu pada bagian kepala dari leher dengan tubuh yang terpisah. Kembar siam jenis ini sangat jarang. Kembar siam ini biasanta tak dapat bertahan hidup karena umumnya memiliki kelainan serius pada bagian otak. Istilah cephalopagus sering disebut juga syncephalus atau janeceps. Istilah janecips diambil dari nama seorang dewa pada zaman Romawi yang memiliki dua wajah.

f. Cephalothoracopagus. Kedua tubuh bersatu pada bagian kepala, leher, dan dada. Lengan dan kaki biasanya terpisah. Kembar siam ini juga jarang terjadi pada umumnya tak dapat bertahan hidup. Dikenal juga dengan istilah epholothoracopagus, prosopothoracopagus atau craniothoracopagus.

g. Craniopagus. Kedua tubuh bersatu pada bagian tulang tengkorak, dengan bagian leher dan tubuh terpisah. Kembar siam tipe ini umumnya memiliki bagian-bagian otak saling berhubungan, begitu pula dengan sirkulasi darahnya. Sehingga usaha pemisahan melalui operasi sangatlah riskan. Craniopagus dibagi lagi menjadi beberpa tipe yaitu vertikal craniopagus (kepala bersatu pada bagian atas membentuk sudut 180 derajat satu sama lain), occipital craniopagus (bersatu pada area kepala bagian belakang), frontal craniopagus (bersatu pada bagian dahi), dan perietal craniopagus (bersatu pada bagian sisi kepala). Kasus ini mencapai 5% dari seluruh kasus kembar siam yang ada.

h. Craniopagus parasiticus. Pada kembar siam ni, salah satu bayi tidak berkembang sempurna. Bagian kepala salah satu bayi tidak berkembang sempurna. Bagian kepala salah satu bayi menempel pada kepla bayi lainnya dan tidak memillki tubuh.

i. Dicephalus. Kembar siam tipe ini memilliki 2 kepala, 1 tubuh dan 2 kali dan 2,3 atau 4 lengan. Jika memiliki dua jantung, kembar siam ini mempunyai harapan untuk hidup yang lebih baik.

j. Pygopagus. Kedua tubuh bayi bersatu pada bagian belakang panggul dan area bagian bawah tulang belakang. Masing-masing bayi memilliki anggota tubuh yang lengkap. Pemisahan melalui operasi pada umumnya berhasil. Risiko yang mungkin muncul adalah terjadinya kelumpuhan saat proses pemisahan bagian saraf tulang belakang kurang berjalan baik.

Sumber: RA Laksmi Priti Manohara/Pikiran Rakyat